Pikiran, perasaan dan photo dari Aswin Hery Wijoyono

Selasa, 04 Desember 2007

kemilau nusantara 2007

Akhir November lalu Dinas Pariwisata dan kebudayaan menggelar acara pawai budaya bertitel kemilau nusantara 2007. Konon acara ini adalah merupakan pawai budaya yang terpanjang di Indonesia.
Sebenarnya acara ini adalah acara tahunan yang digelar di Lapangan Gasibu Bandung. Buat yang belum pernah ke Bandung, Lapang Gasibu ini terletak di seberang Gedung Sate, pusat pemerintahan propinsi Jawa Barat.
Untuk ukuran sebuah pawai budaya tahunan, sebenarnya publikasi dan promosi untuk acara ini sedikit kurang gencar. Saya sendiri tahu dari sebuah situs fotografi, tentang adanya lomba foto di pawai tersebut. Akibatnya, acara yang membanggakan ini kurang ditonton oleh wisatawan baik mancanegara maupun lokal.
Saya sendiri menonton dengan niat menyalurkan hobi fotografi sambil mendokumentasikan beberapa seni tradisi Indonesia.
Seni yang ditampilkan kebanyakan kesenian yang kurang banyak diekspose bahkan mungkin semi kontemporer. Sayangnya panitia kegiatan ini sendiri tidak memiliki data judul tarian yang ditampilkan oleh lebih kurang 33 kontingen tersebut. Kekurangan data ini menyebabkan data yang saya kumpulkan jadi berasa kurang "greget" dan komplit.
Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pawai Bebegig dari kontingen Jawa Barat. Bebegig sendiri artinya "orang-orangan" sering dipakai di sawah untuk menakut-nakuti burung. Namun, bebegig yang saya foto di atas bentuknya jauh lebih menyeramkan. Dibentuk dari topeng dan hiasan dari kulit enau dan daun-daunnya, tentunya sangat berat disangga di kepala. Aslinya, penari dan pemain bebegig ini harus menjalani serangkaian upacara dan doa di makam keramat desa sebelum bisa diarak keliling desa.
Nuansa magis dari topeng dan dan pakaian dari ijuk bercampur dengan wewangian khusus yang dibawa sebenarnya selain menarik untuk dilihat juga cukup membuat bulu kuduk berdiri.
Hanya beberapa kontingen yang membawa kesenian yang sudah khas menjadi "trade mark" daerah mereka, misalnya kontingen kabupaten Subang dengan Sisingaannya yang sejarahnya muncul akibat kolonialisme Belanda dan Inggris yang sering menggunakan Singa sebagai lambang negaranya.


Tidak ada komentar: